

DISUSUN OLEH
SELLY FITRI FEBRIANTI 22 2013 304
WINDI OKTARIA 22 2013 413
CLARASATY MINANDA 22 2013 296
ARINCE 22 2013
313
PAKET :
13.13.
DOSEN PEMBIMBING : Bpk. FADHIL YAMALY SE, M.si, Ak
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PALEMBANG
FAKULTAS EKONOMI DAN
BISNIS
TAHUN AJARAN 2015-2016
SISTEM PENGENDALIAN MANAGEMENT
MEMAHAMI STRATEGI
Sistem pengendalian
manajemen merupakan alat untuk mengimplementasikan strategi. Tiap organisasi
memiliki strategi yang berbeda-beda, dan pengendalian harus disesuaikan dengan
syarat strategi spesifik. Strategi yang berbeda memerlukan prioritas tugas
berbeda, factor penentu keberhasilan berbeda, dan keterampilan, perspektif, dan
perilaku yang berbeda pula. Oleh karena itu, yang seharusnya diperhatikan dalam
desain sistem pengendalian adalah apakah perilaku yang didorong oleh sistem
tersebut merupakan perilaku yang diperlukan oleh suatu strategi.
Strategi adalah rencana-rencana
untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk mengimplementasikan strategi tersebut
diperlukan suatu alat yaitu Sistem Pengendalian Manajemen. Tiap organisasi
memiliki strategi dan pengendalian yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai. Strategi mendeskripsikan arah umum yang akan dituju suatu
organisasi untuk mencapai tujuannya..
- Tujuan
Meski kita sering mengacu pada apa yang disebut
sebagai tujuan-tujuan perusahaan, suatu perusahaan tidak punya tujuan; pada
hakikatnya perusahaan adalah artifisial yang tidak memiliki pikiran maupun
kemampuan mengambil keputusan sendiri. Tujuan perusahaan ditentukan oleh
pemimpin manajemen puncak (chief executif
officer – CEO) perusahaan yang bersangkutan, dengan mempertimbangkan
nasihat yang diberikan oleh para manajer senior lainnya, dan biasanya kemudian
diratifikasi oleh dewan direksi. Tujuan “perusahaan” bisa berupa :
- Profitabilitas
Profitabilitas (ROI) terdiri atas
presentase profit margin dan investment turnover.
Profitabilitas lebih mengacu pada profit jangka panjang daripada suatu periode
dalam satu tahun (current quarter ), sebab beberapa pengeluaran saat ini
bisa jadi menurunkan profit saat ini, tapi dapat meningkatkan profit dalam
jangka panjang. Contohnya adalah jumlah yang dikeluarkan untuk iklan atau
R&D. Dalam konteks praktis, profitability yang dimaksud bisa berupa
pendapatan (revenue), jumlah laba maupun presentase laba.
- Memaksimalkan nilai pemegang saham
Pada tahun 1980-an &
1990-an, istilah “nilai pemegang saham” (shateholder value) sering muncul dalam
literatur bisnis. Konsepnya adalah tujuan yang semestinya bagi sebuah
perusahaan yang mencari laba adalah memaksimalkan nilai pemegang saham.
Meskipun arti istilah itu sendiri tidaklah terlalu jelas, mungkin hal tersebut
mengacu pada harga pasar saham perusahaan. Akan tetapi, diyakini bahwa mencapai
tingkat laba yang memuaskan adalah cara yang lebih baik dalam menetapkan
tujuan perusahaan. Ada 2 alasan untuk itu, yaitu :
Ø Pertama,
istilah “memaksimalkan” menyiratkan bahwa selalu ada cara untuk mendapatkan
jumlah maksimum yang dapat dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Bukan ini
yang terjadi. Dalam memilih antara 2 macam tindakan, pihak manajemen biasanya
memilih sesuatu yang diyakini dapat meningkatkan profitabilitas setinggi
mungkin. Akan tetapi, sangat jarang, sekalipun ada, manajemen yang
mengidentifikasi seluruh alternatif yang ada maupun efek-efeknya terhadap
profitabilitas.
Ø Kedua,
meskipun upaya mengoptimalkan nilai pemegang saham mungkin menjadi tujuan
utama, namun ini bukan berarti merupakan satu-satunya tujuan bagi banyak
organisasi. Tentu saja, jika sebuah perusahaan tidak bisa menghasilkan
laba setidaknya setara dengan biaya modalnya, dan kecuali perusahaan mampu
melakukan hal tersebut ia tidak bisa dituntut untuk melakukan tanggung jawab
yang lain.
- Risiko
Upaya sebuah organisasi
perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas sangat dipengaruhi oleh kemauan
pihak manajemen untuk mengambil risiko. Tingkat pengambilan risiko sangat
bervariasi, tergantung pada kepribadian atas masing-masing individu di jajaran
manajemen. Akan tetapi, selalu ada batas atas ; sejumlah organisasi perusahaan
secara terang-terangan menyatakan bahwa tanggung jawab utama manajemen adalah
menjaga asset-aset perusahaan, sedangkan profitabilitas menjai tujuan kedua.
Sebagian besar krisis keuangan yang terjadi di Asia selama tahun 1996
- 1998 bisa dilacak dari fakta bahwa bank-bank di Asia telah memberikan
pinjaman yang kelihatannya sangat menguntungkan tanpa memperhatikan tingkat
risiko yang dihadapi.
- Pendekatan multiple stakeholder
Organisasi-organisasi
terlibat dalam 3 jenis pasar : pasar modal (capital market), pasar produk
(product market) dan pasar faktor (factor market). Sebuah perusahaan
mencari dana melalui pasar modal (capital market), di mana para pemegang
saham publik merupakan konstituennya yang sangat penting. Perusahaan menjual
barang & jasa di pasar produk (product market), di mana para
konsumenlah yang menjadi konstituennya. Sementara perusahaan berkompetisi
untuk memperoleh sumber daya seperti sumber daya manusia & bahan-bahan
mentah di pasar factor (factor market ), di mana yang menjadi
konstituenutamanya adalah pegawai perusahaan & para pemasok serta berbagai
komunitas yang menyediakan sumber daya & menjadi tempat beroperasinya
perusahaan. Sesuai dengan apa yang diperoleh dari 3 pasar tersebut,
organisasi memiliki tanggung jawab terhadap para pemangku kepentingan tersebut,
yaitu : para pemegang saham, konsumen, para pegawai, para pemasok, &
masyarakat. Idealnya, sistem pengendalian manajemennya harus mengidentifikasi
tujuan-tujuan dari setiap kelompok ini & mengembangkan sistem penilaian
(scorecard) untuk mengawasi / menilai kinerjanya.
- Konsep Strategi
Walaupun definisi berbeda satu sama
lain, ada kesepakatan umum bahwa strategi mendeskripsikan arah umum yang
akan dituju suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Setiap organisasi yang
dikelola dengan baik memiliki 1 strategi / lebih, walaupun mungkin tidak
dinyatakan secara eksplisit. Selebihnya dari bab ini membahas jenis-jenis
umum strategi yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya. Perusahaan
mengembangkan strateginya dengan mencocokkan kompetensi intinya dengan peluang
industri.
Strategi dapat ditemukan pada dua tingkatan: (1) strategi untuk organisasi
keseluruhan, dan (2) strategi untuk unit bisnis dalam organisasi. Sekitar 85%
perusahaan industry Fortune 500 di AS memiliki lebih dari satu unit bisnis
dan sebagai akibatnya merumuskan strategi pada kedua tingkatan.
Tingkatan strategi
|
Isu strategi kunci
|
Opsi Strategi Generik
|
Tingkatan Organisasi Primer yang terlibat
|
Corporate level (tingkat korporat/organisasi
keseluruhan)
|
Apakah kita ada dalam bauran industry yang tepat?
Apa industry atau subindustri yang harus kita
masuki?
|
Industru tunggal.
Diversifikasi yang berhubungan.
Diversifikasi yang tidak berhubungan.
|
Kantor korporat
|
Business unit level (tingkat unit bisnis)
|
Apakah yang seharusnya menjadi misi dari unit bisnis
tersebut.
Bagaimana unit bisnis harus bersaing untuk
mewujudkan misinya ?
|
Membangun.
Mempertahankan.
Memanen.
Menjual.
Biaya rendah.
Diferensiasi.
|
Kantor korporat dan manajer umum unit bisnis
Manajer umum unit bisnis
|
Tampilan 2.2: Dua Tingkatan Strategi
Walaupun pilihan strategi berbeda pada tingkatan hierarkis yang berbeda, ada
kebutuhan yang jelas untuk konsistensi dalam strategi di seluruh tingakatan
unit bisnis dan organisasi keseluruhan (korporat). Tampilan 2.2 berisi
rangkuman keprihatinan strategi pada tingkatan organisasi dan opsi strategi
generik (umum).
- Strategi Level Korporasi
Strategi korporat adalah mengenai
keberadaan di tengah-tengah bauran bisnis yang tepat. Oleh karena itu, strategi
korporat lebih berkenaan dengan pertanyaan di mana sebaiknya bersaing
& bukannya bagaimana bersaing dalam industri tertentu ; yang merupakan
strategi unit bisnis. Pada tingkat korporat, masalahnya adalah :
Ø Definisi
bisnis di mana perusahaan akan berpartisipasi.
Ø Penugasan
sumber daya antar bisnis-bisnis tersebut.
Analisis
strategi tingkat korporat menghasilkan keputusan yang melibatkan bisnis yang
akan ditambah, bisnis yang akan dipertahankan, bisnis yang akan ditekankan,
bisnis yang akan dikurangi perhatiannya, & bisnis yang didivestasi
(dijual). Berkaitan dengan strategi tingkat korporat, perusahaan dapat
diklasifikasikan ke dalam salah satu dari 3 kategori yaitu:
- Perusahaan dengan industri tunggal beroperasi dalam satu lini bisnis. Exxon-Mobil yang bergerak dalam industri minyak bumi merupakan salah-satu contohnya. Perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan beroperasi dalam beberapa industry, dan unit-unit bisnis tersebut memperoleh manfaat dari seperangkat kompetensi inti yang umum.
- Perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan Procter & Gamble (P&G) adalah salah-satu contoh dari; perusahaan ini memiliki unit-unit bisnis dalam popok (Pampers), deterjen (Tide), sabun (Ivory), pasta gigi (Crest), Shampo (Head & Shoulders), dan produk konsumen bermerek lainnya. P&G mempunyai dua kompetensi inti yang menguntungkan semua unit bisnisnya: (a) keterampilan inti dalam beberapa teknologi kimia, dan (b) keahlian distribusi dan pemasaran produk konsumen dengan harga rendah melalui supermarket.
- Perusahaan dengan bisnis yang tidak berhubungan beroperasi dalam bisnis yang tidak saling berhubungan satu sama lain hubungan antara unit-unit bisnis bersifat murni financial. Textron contohnya. Perusahaan ini beroperasi dalam bisnis yang sangat terdiversifikasi seperti dalam alat tulis, helicopter, gergaji besar, komponen mesih pesawat terbang, forklift, alat mesin, penghubung khusus, dan mesin-mesin turbin gas.
Pada tingkat corporat,
salah-satu dimensi yang paling signifikan di mana konteks strategis
berbeda adalah tingkat dan jenis
diversifikasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang berbeda.
Kompetensi Inti & Diversifikasi Korporat
Penelitian
telah menunjukkan bahwa, secara rata-rata, perusahaan dengan diversifikasi yang
berhubungan mencapai kinerja tertinggi, perusahaan dengan industri tunggal
mencapai kinerja terbaik kedua, & perusahaan dengan diversifikasi yang
tidak berhubungan tidak mencapai kinerja baik dalam jangka waktu panjang. Hal
ini disebabkan karena markas besar korporat, dalam perusahaan dengan
diversifikasi yang berhubungan memiliki kemampuan untuk mentransfer kompetensi
inti dari 1 unit bisnis ke unit bisnis yang lain. Kompetensi inti adalah
kemampuan yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai kinerja yang lebih
tinggi & menambah nilai signifikan bagi pelanggan. Oleh karena itu,
pertumbuhan berbasis kompetensi & diversifikasi memiliki potensi
untuk berhasil. Unit-unit bisnis dari perusahaan dengan diversifikasi yang
berhubungan mungkin akan lebih buruk jika dipecah menjadi perusahaan-perusahaan
yang terpisah, karena perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan dapat
mengeksploitasi sistem operasinya secara lintas unit bisnis. Perusahaan dengan
diversifikasi yang tidak berhubungan, di lain pihak, tidak memiliki sinergi
operasi. Sebagian besar kegiatan usaha diversifikasi korporat yang gagal di
masa lalu termasuk dalam jenis ini.
Implikasi dari Desain Sistem Pengendalian
Strategi korporat adalah 1 rangkaian
dengan strategi industri tunggal di 1 ujung spektrum &
diversifikasi yang tidak berhubungan di ujung lain (diversifikasi yang
berhubungan ada di tengah spektrum). Banyak perusahaan tidak sesuai bila
digolongkan ke salah satu dari 3 kelas ini. Walaupun demikian, hamper semua
perusahaan dapat diklasifikasikan di sepanjang rangkaian tersebut. Lokasi
perusahaan pada rangkaian ini tergantung pada tingkat & jenis
diversifikasinya. Syarat perencanaan & pengendalian perusahaan yang
menggunakan strategi diversifikasi tingkat korporat (yakni, tingkat & jenis
diversifikasi) begitu berbeda.
- Strategi Unit BIsnis
Persaingan antar
perusahaan dengan diversifikasi tidak berlangsung pada tingkat korporat.
Sebaliknya, unit bisnis dalam satu perusahaan (Protecter & Gamble’s
Pampers unit) bersaing dengan unit bisnis dalam perusahaan lain (Kimberly
Clark’s Huggies unit). Kantor korporat dari perusahaan dengan diversifikasi
tidak menghasilkan laba dari dirinya sendiri; melainkan pendapatan dihasilkan
dan biaya ditanggung dalam unit-unit bisnis. Strategi unit bisnis berkenaan
dengan bagaimana menciptakan dan memelihara keunggulan kompetitif dalam
masing-masing industry yang telah dipilih oleh suatu perusahaan untuk
berpartisipasi.
Misi
Unit Bisnis
Dalam perusahaan dengan
diversifikasi, salah-satu tugas manajemen senior adalah mengalokasikan sumber
daya, yakni, membuat keputusan mengenai penggunaan kas yang dihasilkan dari
beberapa unit bisnis untuk mendanai pertumbuhan dalam unit bisnis lain.
Beberapa model perencanaan telah dikembangkan untuk membantu manajer tingkat
korporat dalam mengalokasikan sumber daya secara efektif. Model-model ini
menyarankan bahwa perusahaan memiliki unit-unit bisnis dalam beberapa kategori,
yang diidentifikasikan dengan misinya; strategi yang tepat untuk setiap
kategori yang berbeda.
Keunggulan kompetitif unit bisnis
Setiap unit bisnis harus
mengembangkan keunggulan kompetitifnya untuk dapat melaksanakan misinya. Dalam
mengembangkan keunggulan kompetitif unit bisnis, perlu diperhatikan 3 hal
yaitu Apa struktur industri di tempat unit bisnis beroperasi ?, Bagaimana
unit bisnis seharusnya mengeksploitasi struktur industri ?, & Apa yang akan
menjadi dasar keunggulan kompetitif unit bisnis ?. Michael Porter
mendeskripsikan 2 pendekatan analitis untuk mengembangkan keunggulan kompetiif
yg superior, yaitu analisis industri (industry analysis) & analisis rantai
nilai (value chain analysis).
Analisis industri (industry
analysis) Studi menunjukkan bahwa rata-rata profitabilitas industri sejauh ini
merupakan prediktor paling signifikan dari kinerja perusahaan. Menurut Porter,
struktur industri harus dianalisis terkait dengan kekuatan kolektif dari 5
competitive forces:
Ø Intensitas
persaingan antara para competitor yang ada. Faktor-faktor yang mempengaruhi
persaingan secara langsung adalah pertumbuhan industri, diferensiabilitas
produk, jumlah dan keanekaragaman pesaing, tingkat biaya tetap, hambatan untuk
keluar dari industry, dan intermittent overcapacity.
Ø Bargaining
power (Daya tawar) pelanggan. Faktor-faktor yang mempengaruhi bargaining power
pelanggan adalah jumlah pembeli, switching cost (biaya peralihan)
pembeli, kemampuan pembeli untuk integrate backward, dampak produk dari
unit bisnis pada total cost pembeli, dampak produk unit bisnis pada
kualitas / kinerja produk pembeli, dan signifikansi volume unit bisnis bagi
pembeli.
Ø Bargaining
power (Daya tawar) supplier. Faktor-faktor yang mempengaruhi bargaining
power supplier adalah jumlah supplier, kemampuan supplier untuk
integrate forward kehadiran input substitusi, dan pentingnya volume unit
bisnis bagi supplier.
Ø Ancaman
dari pengganti.Faktor-faktor yang mempengaruhi barang substitusi adalah
harga / kinerja relatif barang substitusi, switching cost pembeli, dan
kecenderungan pembeli untuk menggunakan barang substitusi.
Ø Ancaman
dari pendatang baru yang masuk industri. Faktor-faktor yang mempengaruhi
hambatan pendatang baru adalah persyaratan modal, akses terhadap saluran
distribusi, economies of scale, diferensiasi produk, kompleksitas teknologi
dari produk / proses, tindakan balasan yang diperkirakan dari
perusahaan-perusahaan yang sudah ada, dan kebijakan pemerintah.
Ada 3 observasi yang dibuat sehubungan dengan analisis
industri :
Ø Semakin kuat
5 kekuatan tersebut, semakin rendah kemungkinan profitabilitas dari
industri itu.
Ø Bergantung
pada kekuatan relatif dari 5 kekuatan itu, masalah strategis kunci yang
dihadapi oleh unit bisnis tersebut akan berbeda dari 1 industri ke
industri yang lain.
Ø Memahami
hakikat setiap kekuatan membantu perusahaan untuk merumuskan strategi yang
efektif.
Keunggulan bersaing Generik
Analisis 5 kekuatan merupakan
titik awal untuk mengembangkan keunggulan persaingan karena ini membantu
mengidentifikasi kesempatan & ancaman dalam lingkungan eksternal. Dengan
pemahaman ini, Porter mengklaim bahwa unit bisnis memiliki 2 cara generik untuk
merespons terhadap kesempatan dalam lingkungan eksternal & mengembangkan
keunggulan kompetitif yang berkesinambungan yaitu Biaya rendah &
Diferensiasi.
Ø Biaya Rendah
Kepemimpinan biaya dapat diperoleh melalui beberapa pendekatan seperti skala
ekonomis dalam produksi, dampak kurva belajar, pengendalian biaya yang
ketat, & minimalisasi biaya (dalam beberapa area seperti penelitian
& pengembangan, jasa, tenaga penjualan, / periklanan).
Ø Diferensiasi
Fokus utama strategi ini adalah melakukan diferensiasi penawaran produk
yang dihasilkan oleh unit bisnis, sehingga menciptakan sesuatu yang dipandang
oleh pelanggan sebagai sesuatu yang unik.
Daftar Pustaka :
Anthony,
Robert N., dan Vijay Govindarajan. 2009. Management Control System, 11th
ed.
Jakarta :
Salemba Empat.
terimakasih, sangat bermanfaat.
BalasHapusyoutube.com: YouTube | Videoodl.cc
BalasHapusyoutube.com: YouTube.com: youtube mp3 YouTube.com: YouTube.com: YouTube.com: YouTube.com: YouTube.com: YouTube.com: YouTube.com:
Wynn and Encore - Hotel and Casino Directory - JT Hub
BalasHapusView the Wynn 보령 출장안마 and Encore 안양 출장안마 directory of Wynn and Encore hotels and casino locations, 광주광역 출장마사지 revenue, Resort fee, 예스 벳 up to $14,800 per night. 논산 출장마사지